Saturday, August 24, 2013
![]() |
| Jahmene Douglas |
Jahmene Douglas, juara kedua X Factor Indonesia UK pun ikut ambil bagian dalam perjalanan X Factor Around The World yang digelar malam ini di Indonesia.
Suaranya yang khas pun menggebrak di dalam panggung Hall D2 JIEXPO, Kemayoran, Jakarta. Ia membawakan lagu Titanium yang dipopulerkan oleh David Guetta dengan apik.
Ia menutup penampilannya dengan mengatakan 'aku cinta Indonesia'. Dan Anggun mendapat kesempatan pertama untuk memberi komentar pada penyanyi ini.
Ahmad Dhani menanyakan siapa penyanyi favorit Jahmene. Pria ini mengatakan bahwa ia menyukai Stevie Wonder selain Whitney Houston.
Juri-juri dari benua lain pun mengagumi penampilan pria yang malam ini tampil berbalut setelan jas berwarna biru gelap.
Jahmene yang dulunya merupakan pegawai supermarket ini mengatakan bahwa ia akan menyisihkan sebagian dari hasil penjualan albumnya untuk disumbangkan.
Jeremy Lynch
Age: 26Nationality: British
Height: 175cm
Weight: 72kg
Desciption
2005 Nike Freestyle Champion
Ex Arsenal & Tottenham Player
Britain's Got Talent Finalist Tour 2008
Achieved 7 Guiness World Records
FILM
Bafta nominated In The Hands of The gods (2007) which was in cinemas all across the UK.
PRESENTING
Soccer AM,
TMF
Rio Ferdinand's NO5 Internet Magazine
UEFA Qualified Coach
MODELLING
Jeremy also does commercial modelling, sports modelling and has body-doubled for Ashley Cole and Ronaldinho.
Kalian pasti tahu freestyler asal Inggris yang bernama Jeremy Lynch. Maka pada artikel ini saya akan meng-share video Jeremy Lynch dengan Billy Wingrove
Episode 1 :
>>>check this link<<< or >>>download on this site<<<
Other episode :
>>>check this link<<< or >>>download on this site<<<
>>>check this link<<< or >>>download on this site<<<
Episode 1 :
>>>check this link<<< or >>>download on this site<<<
Other episode :
>>>check this link<<< or >>>download on this site<<<
>>>check this link<<< or >>>download on this site<<<
Thursday, August 22, 2013
Bumi bukanlah benda di jagat raya yang muncul dengan sendirinya dalam
bentuk yang sempurna. Bumi terbentuk melalui proses yang panjang dan
terus berkembang hingga terbentuk sekarang ini. Para ilmuwan berpendapat
bahwa proses pembentukan Bumi sudah dimulai sejak bermiliar-miliar
tahun yang lalu.
Planet Bumi bermula dari awan raksasa yang selalu berputar di antariksa. Awan raksasa tersebut akan membentuk bola-bola yang menarik butir-butir debu dan gas. Bola-bola debu dan gas inilah awal mula terbentuknya Bumi, planet-planet, serta bulan-bulan lain.
Saat gravitasi Bumi semakin besar, gas dan debu tersebut akan termampat dan semakin lama semakin padat. Hal ini menyebabkan Bumi semakin panas dan menjadi bola berpijar. Bagian luar Bumi lambat laun mulai mendingin dan mengeras. Tetapi Bumi belum dingin sama sekali. Bagian tengah Bumi masih sangat panas.
Proses pembentukan Bumi di atas hampir sama dengan pendapat Kant-Laplace yang mengemukakan bahwa Bumi ini mulai terbentuk selama bermiliar tahun yang lalu ketika dilepaskan dari matahari dalam bentuk gas pijar, yang lambat laun mendingin dan membentuk kerak batuan.
Walaupun banyak teori atau pendapat dari para ilmuwan tentang proses pembentukan Bumi, tetapi tidak seorang pun yang sungguhsungguh mengetahui dengan pasti bagaimana dan kapan Bumi terbentuk. Ya, menjadi tantangan bagi dunia ilmu pengetahuan yang suatu saat bisa kamu pecahkan.
Proses perkembangan planet
Bumi dari masa ke masa tidak dapat dipisahkan dengan sejarah terbentuknya tata surya. Hal ini dikarenakan Bumi merupakan salah satu anggota keluarga Matahari, di samping planet-planet lain, komet, asteroid, dan meteor.
Berdasarkan hipotesis nebula (teori kabut gas) yang dikembangkan oleh seorang ahli filsafat Jerman, Immanuel Kant (1755) serta ahli astronomi Prancis, Pierre Simon Marquis de Laplace (1796), diperoleh gambaran bahwa sistem tata surya berasal dari massa gas (kabut gas) yang bercahaya dan berputar perlahan-lahan.
Massa gas tersebut secara berangsur-angsur mendingin, mengecil, dan mendekati bentuk bola. Oleh karena massa gas itu berotasi dengan kecepatan yang makin lama semakin tinggi, pada bagian khatulistiwanya (ekuator) mendapat gaya sentrifugal paling besar, massa tersebut akhirnya menggelembung. Akhir dari bagian yang menggelembung tersebut, ada bagian yang terlepas (terlempar) dan membentuk bola-bola pijar dengan ukuran berbeda satu sama lain.
Massa gas induk tersebut akhirnya menjadi Matahari, sedang kan bola-bola kecil yang terlepas dari massa induknya pada akhirnya mendingin menjadi planet, termasuk Bumi. Pada saat terlepas dari massa induknya, planet-planet anggota tata surya masih merupakan bola pijar dengan suhu sangat tinggi. Oleh karena planet berotasi, ada bagian tubuhnya yang terlepas dan berotasi sambil beredar mengelilingi planet tersebut. Benda tersebut selanjutnya dinamakan Bulan (satelit alam).
Menurut hasil penelitian para ahli astronomi dan geologi, Bumi terbentuk atau terlepas dari tubuh Matahari sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu. Perkiraan kelahiran Bumi ini didasarkan atas penelaahan Paleontologi (ilmu yang mempelajari fosil-fosil sisa makhluk hidup purba di masa lampau) dan stratigrafi (ilmu yang mempelajari struktur lapisan-lapisan batuan pembentuk muka Bumi).
Gambar 2.13 Siklus Pembentukan Bumi
Ilustrasi siklus pembentukan Bumi terbagi menjadi:
(a) Bumi masih berbentuk bola pijar;
(b) Bumi mendingin berangsur-angsur membentuk litosfer;
(c) pembentukan atmosfer Bumi;
(d) Bumi terbentuk sempurna.
Pada saat terlahir sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu, Bumi kita masih merupakan bola pijar yang sangat panas. Lama kelamaan secara berangsur-angsur Bumi kita mendingin. Akibat proses pendinginan, bagian luar Bumi membeku membentuk lapisan kerak Bumi yang disebut litosfer. Selain pembekuan kerak Bumi, pendinginan massa Bumi ini mengakibatkan terjadinya proses penguapan gas secara besar-besaran ke angkasa. Proses penguapan ini terjadi dalam jutaan tahun sehingga terjadi akumulasi uap dan gas yang sangat banyak.
Pada saat inilah mulai terbentuk atmosfer Bumi. Uap air yang terkumpul di atmosfer dalam waktu jutaan tahun tersebut pada akhirnya dijatuhkan kembali sebagai hujan untuk kali pertamanya di Bumi, dengan intensitas tinggi dan dalam waktu yang sangat lama. Titik-titik air hujan yang jatuh selanjutnya mengisi cekungan-cekungan muka Bumi membentuk bentang perairan laut dan samudra.
Seorang ahli ilmu cuaca dari Jerman yang bernama Alfred Wegener (1912), dalam teorinya yang terkenal, yaitu Teori Pengapungan Benua (Continental Drift Theory) mengemukakan bahwa sampai sekitar 200 juta tahun yang lalu, di Bumi baru ada satu benua dan samudra yang maha luas. Benua raksasa ini dinamakan Pangea, sedangkan kawasan samudra yang mengapitnya dinamakan Panthalasa.
Sedikit demi sedikit Pangea mengalami retakan-retakan dan pecah. Sekitar 180 juta tahun yang lalu, benua raksasa tersebut pecah menjadi dua, yaitu pecahan benua di sebelah utara dinamakan Laurasia dan di bagian selatan dinamakan Gondwana. Kedua benua itu dipisahkan oleh jalur laut sempit yang dinamakan Laut Tethys. Sisa Laut Tethys pada saat ini merupakan jalur cebakan minyak Bumi di sekitar laut-laut di kawasan Timur Tengah.
Gambar 2.14 Continental Drift Theory Continental Drift Theory dari Alfred Wegener mengenai terbentuknya massa daratan Bumi.
Baik di antara Laurasia maupun Gondwana kemudian terpecah-pecah lagi menjadi daratan yang lebih kecil dan bergerak secara tidak beraturan dengan kecepatan gerak berkisar antara 1–10 cm pertahun. Dalam sejarah perkembangan planet Bumi, Laurasia merupakan cikal bakal benua-benua yang saat ini letaknya di sebelah utara ekuator (belahan Bumi utara), meliputi Eurasia, Amerika Utara, dan pulaupulau kecil di sekitarnya. Adapun Gondwana merupakan cikal bakal benua-benua di belahan Bumi selatan, meliputi Amerika Selatan, Afrika, Sub Benua India, Australia, dan Antartika.
Planet Bumi bermula dari awan raksasa yang selalu berputar di antariksa. Awan raksasa tersebut akan membentuk bola-bola yang menarik butir-butir debu dan gas. Bola-bola debu dan gas inilah awal mula terbentuknya Bumi, planet-planet, serta bulan-bulan lain.
Saat gravitasi Bumi semakin besar, gas dan debu tersebut akan termampat dan semakin lama semakin padat. Hal ini menyebabkan Bumi semakin panas dan menjadi bola berpijar. Bagian luar Bumi lambat laun mulai mendingin dan mengeras. Tetapi Bumi belum dingin sama sekali. Bagian tengah Bumi masih sangat panas.
Proses pembentukan Bumi di atas hampir sama dengan pendapat Kant-Laplace yang mengemukakan bahwa Bumi ini mulai terbentuk selama bermiliar tahun yang lalu ketika dilepaskan dari matahari dalam bentuk gas pijar, yang lambat laun mendingin dan membentuk kerak batuan.
Walaupun banyak teori atau pendapat dari para ilmuwan tentang proses pembentukan Bumi, tetapi tidak seorang pun yang sungguhsungguh mengetahui dengan pasti bagaimana dan kapan Bumi terbentuk. Ya, menjadi tantangan bagi dunia ilmu pengetahuan yang suatu saat bisa kamu pecahkan.
Proses perkembangan planet
Bumi dari masa ke masa tidak dapat dipisahkan dengan sejarah terbentuknya tata surya. Hal ini dikarenakan Bumi merupakan salah satu anggota keluarga Matahari, di samping planet-planet lain, komet, asteroid, dan meteor.
Berdasarkan hipotesis nebula (teori kabut gas) yang dikembangkan oleh seorang ahli filsafat Jerman, Immanuel Kant (1755) serta ahli astronomi Prancis, Pierre Simon Marquis de Laplace (1796), diperoleh gambaran bahwa sistem tata surya berasal dari massa gas (kabut gas) yang bercahaya dan berputar perlahan-lahan.
Massa gas tersebut secara berangsur-angsur mendingin, mengecil, dan mendekati bentuk bola. Oleh karena massa gas itu berotasi dengan kecepatan yang makin lama semakin tinggi, pada bagian khatulistiwanya (ekuator) mendapat gaya sentrifugal paling besar, massa tersebut akhirnya menggelembung. Akhir dari bagian yang menggelembung tersebut, ada bagian yang terlepas (terlempar) dan membentuk bola-bola pijar dengan ukuran berbeda satu sama lain.
Massa gas induk tersebut akhirnya menjadi Matahari, sedang kan bola-bola kecil yang terlepas dari massa induknya pada akhirnya mendingin menjadi planet, termasuk Bumi. Pada saat terlepas dari massa induknya, planet-planet anggota tata surya masih merupakan bola pijar dengan suhu sangat tinggi. Oleh karena planet berotasi, ada bagian tubuhnya yang terlepas dan berotasi sambil beredar mengelilingi planet tersebut. Benda tersebut selanjutnya dinamakan Bulan (satelit alam).
Menurut hasil penelitian para ahli astronomi dan geologi, Bumi terbentuk atau terlepas dari tubuh Matahari sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu. Perkiraan kelahiran Bumi ini didasarkan atas penelaahan Paleontologi (ilmu yang mempelajari fosil-fosil sisa makhluk hidup purba di masa lampau) dan stratigrafi (ilmu yang mempelajari struktur lapisan-lapisan batuan pembentuk muka Bumi).
Gambar 2.13 Siklus Pembentukan Bumi
Ilustrasi siklus pembentukan Bumi terbagi menjadi:
(a) Bumi masih berbentuk bola pijar;
(b) Bumi mendingin berangsur-angsur membentuk litosfer;
(c) pembentukan atmosfer Bumi;
(d) Bumi terbentuk sempurna.
Pada saat terlahir sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu, Bumi kita masih merupakan bola pijar yang sangat panas. Lama kelamaan secara berangsur-angsur Bumi kita mendingin. Akibat proses pendinginan, bagian luar Bumi membeku membentuk lapisan kerak Bumi yang disebut litosfer. Selain pembekuan kerak Bumi, pendinginan massa Bumi ini mengakibatkan terjadinya proses penguapan gas secara besar-besaran ke angkasa. Proses penguapan ini terjadi dalam jutaan tahun sehingga terjadi akumulasi uap dan gas yang sangat banyak.
Pada saat inilah mulai terbentuk atmosfer Bumi. Uap air yang terkumpul di atmosfer dalam waktu jutaan tahun tersebut pada akhirnya dijatuhkan kembali sebagai hujan untuk kali pertamanya di Bumi, dengan intensitas tinggi dan dalam waktu yang sangat lama. Titik-titik air hujan yang jatuh selanjutnya mengisi cekungan-cekungan muka Bumi membentuk bentang perairan laut dan samudra.
Seorang ahli ilmu cuaca dari Jerman yang bernama Alfred Wegener (1912), dalam teorinya yang terkenal, yaitu Teori Pengapungan Benua (Continental Drift Theory) mengemukakan bahwa sampai sekitar 200 juta tahun yang lalu, di Bumi baru ada satu benua dan samudra yang maha luas. Benua raksasa ini dinamakan Pangea, sedangkan kawasan samudra yang mengapitnya dinamakan Panthalasa.
Sedikit demi sedikit Pangea mengalami retakan-retakan dan pecah. Sekitar 180 juta tahun yang lalu, benua raksasa tersebut pecah menjadi dua, yaitu pecahan benua di sebelah utara dinamakan Laurasia dan di bagian selatan dinamakan Gondwana. Kedua benua itu dipisahkan oleh jalur laut sempit yang dinamakan Laut Tethys. Sisa Laut Tethys pada saat ini merupakan jalur cebakan minyak Bumi di sekitar laut-laut di kawasan Timur Tengah.
Gambar 2.14 Continental Drift Theory Continental Drift Theory dari Alfred Wegener mengenai terbentuknya massa daratan Bumi.
Baik di antara Laurasia maupun Gondwana kemudian terpecah-pecah lagi menjadi daratan yang lebih kecil dan bergerak secara tidak beraturan dengan kecepatan gerak berkisar antara 1–10 cm pertahun. Dalam sejarah perkembangan planet Bumi, Laurasia merupakan cikal bakal benua-benua yang saat ini letaknya di sebelah utara ekuator (belahan Bumi utara), meliputi Eurasia, Amerika Utara, dan pulaupulau kecil di sekitarnya. Adapun Gondwana merupakan cikal bakal benua-benua di belahan Bumi selatan, meliputi Amerika Selatan, Afrika, Sub Benua India, Australia, dan Antartika.
Siapa yang tak kenal Wi-Fi. Wi-Fi atau Wireless Fidelity adalah jaringan lokal nirkabel yang awalnya dipergunakan untuk penggunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Area Lokal (LAN), tetapi pada saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet.
Saat ini begitu tinggi animo masyarakat, khususnya di kalangan komunitas internet yang menggunakan teknologi Wi-Fi, adapun alasan penggunaan Wifi begitu tinggi di Indonesia adalah faktor kemudahan akses internet untuk pengguna dalam satu area secara bersamaan tanpa harus direpotkan dengan kabel. Selain itu biaya pembangunan hotspot dan atau access point yang tergolong sangat murah, sehingga kehadiran hotspot juga kian menjamur saat ini, baik yang disediakan oleh penyedia jasa internet, bahkan orang perorangan.
Cara Memperkuat Sinyal Wifi pada Laptop
Khusus untuk tulisan ini kita akan membahas tentang bagaimana cara memperkuat sinyal Wifi pada laptop. Mengapa topik ini dipilih dengan alasan, bahwa pengakses Wifi saat ini kebanyakan adalah pengguna yang menggunakan laptop.
Adapun cara memperkuat sinyal Wifi Laptop dapat dilakukan dengan penggunaan software atau bisa juga dengan menambahkan perangkat tambahan di Laptop Anda. Untuk memperjelas cara memperkuat sinyal Wifi Laptop dari masing-masing perangkat, bisa disimak dibawah ini selengkapnya:
1. Memperkuat Sinyal Wifi Laptop dengan Software
Software yang dipergunakan disini adalah software Wireless Wizard. Untuk mendapatkan software ini secara gratis, maka Anda bisa mencarinya melalui search engine Google. Adapun fungsi dari Wireless Wizard adalah untuk mendeteksi dan meningkatkan sinyal Wifi. Jika Anda mengalami penerimaan sinyal yang sangat buruk atau sering putus-putus, maka Anda dapat menggunakan aplikasi ini untuk menemeukan pengaturan terbaik untuk keneksi Wifi di Laptop Anda.
Berikut adalah informasi tentang fitur-fitur yang tersedia pada Wireless Wizard:
- Menampilkan info jaringan : Alat ini akan menampilkan informasi tentang jaringan wireless.
- Spectrum Analyzer : Mampu menganalisa spektrum dan menunjukkan atau mendeteksi jaringan terbaik untuk mendapatkan penerimaan Wifi. Alat ini berguna bagi Anda yang mendapatkan penerimaan Wifi yang kurang baik. Dan alat ini akan memberitahu Anda dimana Laptop atau Netbook Anda harus ditempatkan untuk mendapatkan penerimaan sinyal yang lebih baik.
- Repair IP : Dengan aplikasi ini memungkinkan untuk melepaskan alamat IP dan mendapatkan alamat IP yang baru.
- Set IP : Aplikasi ini memungkinkan Anda untuk menentukan alamat IP untuk Laptop Anda.
Memperkuat sinyal Wifi Laptop dengan perangkat tambahan disini maksudnya adalah perangkat yang disebut Senao Engenius EXT362, yaitu Wifi Card yang dipasang pada bagian internal Laptop Anda. Namun produk ini bukan gratisan, tetapi untuk memperolehnya, Anda harus mengeluarkan biaya pembeliannya sekitar antara Rp 180 - 250 ribu. Bagi Anda yang ingin membelinya silahkan cari saja melalui forum jual beli Kaskus
Sunday, August 18, 2013
Liburan di Indonesia tidak kalah dengan liburan di luar negeri. Jika dunia punya bangunan-bangunan yang terkenal, Indonesia juga punya bangunan yang
mirip dengan bangunan terkenal itu. Jadi sekarang kalau mau wisata tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri karena di Indonesia semuanya ada.
1. Piramida Maya Chichen Itza, Meksiko dengan Candi Sukuh, Jawa Tengah

2 Angkor Wat, Kamboja dengan Candi Prambanan, Yogyakarta

3 Istana Cinderella Disney World Florida, Amerika Serikat dengan Istana anak-anak TMII, Jakarta

4 CN Tower Toronto, Canada dengan menara TVRI, Jakarta

5. Jembatan Golden Gate San Francisco, Amerika Serikat dengan Jembatan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur

6 Pelataran Mesjid Nabawi Medinah, Arab Saudi dengan Pelataran Mesjid Agung Jawa Tengah

7 Masjid Sultan Ahmed (Masjid Biru) Istanbul, Turki dengan Masjid Raya Al-Ahzom Tangerang, Banten

8 Perdana Putra, Putrajaya, Malaysia dengan Masjid Agung An-Nur, Riau

9 Oriental Pearl Tower Shanghai, China dengan Tugu Persatuan Kota Kendari, Sulawesi Tenggara

9 Paleis Amsterdam, Belanda dengan Museum Fatahillah, Jakarta
Berikut di bawah ini adalah bangunan-bangunan yang kami coba disandingkan dengan bangunan terkenal dunia. Berikut bangunan tersebut:
1. Piramida Maya Chichen Itza, Meksiko dengan Candi Sukuh, Jawa Tengah

2 Angkor Wat, Kamboja dengan Candi Prambanan, Yogyakarta

3 Istana Cinderella Disney World Florida, Amerika Serikat dengan Istana anak-anak TMII, Jakarta

4 CN Tower Toronto, Canada dengan menara TVRI, Jakarta

5. Jembatan Golden Gate San Francisco, Amerika Serikat dengan Jembatan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur

6 Pelataran Mesjid Nabawi Medinah, Arab Saudi dengan Pelataran Mesjid Agung Jawa Tengah

7 Masjid Sultan Ahmed (Masjid Biru) Istanbul, Turki dengan Masjid Raya Al-Ahzom Tangerang, Banten

8 Perdana Putra, Putrajaya, Malaysia dengan Masjid Agung An-Nur, Riau

9 Oriental Pearl Tower Shanghai, China dengan Tugu Persatuan Kota Kendari, Sulawesi Tenggara

9 Paleis Amsterdam, Belanda dengan Museum Fatahillah, Jakarta
10 Monumen Washington, Amerika Serikat dengan Tugu Pahlawan Surabaya, Jawa Timur
11 Istana Nagoya, Jepang dengan Anjung Seni Idrus Tintin (Komplek Bandar Serai) Pekan Baru, Riau
12 Gedung Capitol Hill (gedung parlemen AS), Amerika Serikat dengan gedung Mahkamah Kontitusi, Jakarta
13 Menara Eiffel, Perancis dengan Menara Keagungan Limboto, Gorontalo
14 Burj Al Arab, Dubai, Uni Emirat Arab dengan Wisma BNI 46, Jakarta
15 Big ben, Inggris dengan Jam Gadang Bukittinggi, Sumatera Barat
16 Pentagon, Amerika Serikat dengan Benteng Belgica Pulau Neira, Maluku
17 Patung di Rapa Nui (easter island), Chili dengan Patung Megalith Lore Lindu, Sulawesi Tengah
18 Rumah tradisional Zulu, Afrika Selatan dengan Rumah Honai Papua
19 Sphinx Alexanderia, Mesir dengan Patung Lembuswana di Pulau Kumala, Kalimantan Timur
Bangunan-bangunan ini tentu saja tidak mirip percis dengan bangunan terkenal di dunia tersebut. Tentunya bangunan di Indonesia punya ciri khas tersendiri yang tidak kalah dengan negara lainnya. Sudah seharusnya bangsa Indonesia bangga dengan apa yang dimiliki Indonesia.










![Apa Yang Ada Di Dunia Pasti Ada Di Indonesia [ www.BlogApaAja.com ] Apa Yang Ada Di Dunia Pasti Ada Di Indonesia [ www.BlogApaAja.com ]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1dqfwr6jlVkaqwh49p3QZ9ffS5jr-OuR-MwoozMJtJjGIMOVbMbH8xWQw3z2ADqhA7vlGGRZRGz5mkUDKdC-qjDzN5BNDXPcMKBYamEfGQWV9VP-AuJ1RMmXkeRQECiec9gxbWm6iGwY/s400/capitolhillgedungMK.jpg)







